Ikan Cupang, Primadona Saat Pandemi Corona


Ikan Cupang, Primadona Saat Pandemi Corona

Saat pandemi virus Corona seperti sekarang ini, memelihara ikan hias kembali menjadi tren. Salah satu yang banyak digemari yaitu ikan cupang. Warna yang bermacam-macam, serta bentuk sirip yang indah, membuat ikan yang satu ini makin digemari. Betta Fish atau lebih popular dengan nama ikan cupang, adalah ikan yang hidup di air tawar. Ikan jenis ini banyak ditemukan di wilayah Asia Tenggara, seperti Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalan, Vietnam, hingga Thailand.

Perawatannya yang terbilang mudah juga menjadi alasan mengapa hewan air yang satu ini banyak dicari. Lalu bagaimana cara perawata ikan cupang? Berikut adalah beberapa cara perawatan ikan cupang dari dosen jurusan Teknologi dan Manajemen Perikanan Budidaya, Institut Pertanian Bogor (IPB) Wildan Nurussalam, S.Pi.,M.Si., sebagaimana diberitakan Wolipop.

  1. Memelihara kualitas air

Air sebagai tempat hidup ikan, harus selalu dijaga kualitas serta kebersihannya. Begitu pula pada ikan cupang, perubahan ph secara mendadak dapat membuat ikan menjadi cepat stress. Ph yang sesuai dengan ikan jenis ini berkisar antara 6-7, dengan suhu udara 24-25 derajat celcius. Cara agar ph air tetap pada batas normal, yaitu dengan menambahkan daun Ketapang yang sudah kering atau ekstrak dari daun tersebut.

Volume air juga perlu diperhatikan, pemeliharaan ikan cupang yang banyak dilakukan di toples atau akuarium. Membuat air bisa saja menguap, yang mengakibatkan jumlahnya yang berkurang. Maka dari itu jangan sampai ikan cupang yang anda pelihara kekurangan air. Mengganti air, sedikitnya 3 hari sekali. Tergantung pula pada keadaan air, jika sudah terlalu kotor maka segera ganti dengan yang baru.

  1. Asupan nutrisi

Pemberian pakan pada hewan peliharaan menjadi rutinitas wajib yang tidak boleh dilupakan. Begitu pula pada ikan cupang, pemberian pakan yang teratur dapat melancarkan metabolime ikan tersebut. Perlu diperhatiakn juga gizi yang terkandung, apakah sudah memenuhi kebutuhan nutrisinya atau belum.

  1. Pemeliharaan kesehatan

Agar ikan tidak mudah terkena penyakit, maka penambahan beberapa bahan bisa menjadi alernatif solusi yang dapat dilakukan. Salah satunya yaitu dengan menambahkan garam ikan ke dalam tempat pemeliharaan. Tujuannya yaitu agar ikan tidak mudah stress.

Penambahan garam ikan dapat membuat tekanan osmotic pada air dan ikan menjadi sama. Selain itu garam juga mampu membunuh bakteri serta mikroorganisme lainnya yang bisa saja dapat menimbulkan penyakit. Parasit jamur yang mungkin terdapat pada air pemeliharaan, dapat ditanggulangi dengan memberi obat anti jamur.

  1. Perawatan ketika sakit

Ikan cupang yang sakit, juga perlu pemeliharaan khusus. Jika terlihat luka pada ikan ini, menambahkan obat tetes pada air pemeliharaan bisa menjadi salah satu cara pengobatan. Selain itu juga dapat dengan garam ikan dan menaburkan ke dalam air. Mengganti air secara teratur, makanan dengan nutrisi yang cukup dapat membuat mempercepat proses penyembuhan pada ikan yang sakit.

Fakta dan mitos ikan cupang

Ikan Cupang, Primadona Saat Pandemi Corona

Selain karena tampilan yang cantik, yang membuat ikan cupang makin menarik. Beberapa fakta dan mitos mengenai ikan cupang berikut ini juga dapat menambah pengetahuanmu mengenai ikan yang satu ini. Dilansir dari rri.co.id berikut adalah beberapa fakta dan mitos ikan cupang.

Pertama, tidak memerlukan tambahan pemanas. Ikan cupang memang dapat hidup di suhu kamar, mengingat ikan jenis ini banyak ditemui di wilayah yang memiliki iklim tropis seperti di Indonesia. Namun jika temperatur ruangan sedang mengalami penurunan suhu, maka perlu ditambahkan pemanas pada akuarium.

Kedua, hewan pemalas. Banyak orang mengira ikan cupang adalah ikan yang malas bergerak. Faktanya ikan cupang akan cenderung diam ketika suhu air terlalu rendah. Hal ini karena ikan cupang adalah hewan berdarah dingin, sehingga penurunan suhu dapat melambatkan metabolismenya. Maka seperti fakta yang pertama, perlu adanya penambahan pemanas air.

Ketiga, gelembung udara tanda ikan cupang bahagia. Banyak orang berpendapat bahwa gelembung udara yang dihasilkan ikan cupang, menjadi indikasi ikan tersebut sedang bahagia. Faktanya gelembung yang dihasilkan tersebut adalah tnada bahwa naluri kawinnya yang sedang memuncak. Sehingga gelembung udara bukan menjadi patokan apakah ikan cupang sedang bahagia atau tidak.

Keempat, tidak memerlukan filter udara. Pernyataan yang satu ini bisa dikatakn sebagai fakta. Ikan cupang memang dapat menghirup udara di permukaan air, sehingga filter air tidak harus selalu ada. Namun jika anda ingin selalu memastikan sirkulasi udara pada akuarium terjaga, bisa dilakukan dengan menambahkan alat yang sati ini.

Kelima, ikan cupang betina yang merawat telur. Faktanya, sebelum ikan cupang melakukan pemejahan. Terlebih dahulu ikan jantan akan membuat gelembung udara sebagai tempat pemeliharaan telur. Dan ketika masa kawin tiba, ikan jantan akan mengejar-ngejar ikan betina hingga ikan betina tersebut mengeluarkan telurnya. Telur-telur inilah yang kemudian dibuahi oleh ikan jantan, dan dirawat hingga menetas.